Rabu, 17 April 2013

Sajak Kehidupan

Duduk Manis dalam sebuah keterpurukan
Menantikan sesuatu yang diri sendiri tahu tidak mungkin tercapai
Terlupakan bagai jejak langkah di kubangan lumpur yang tidak rapih
Mencari tujuan yang diri sendiri tahu sudah tidak pasti 

Menitikberatkan untuk sebuah kata kesabaran
Menyingsingkan bahu untuk sebuah kata tetap bertahan
Melangkahkan kaki untuk sebuah kata jangan menyerah
Meskipun diri sendiri tahu usahanya dianggap sia-sia

Tidak ada rasa yang terindah selain kekecewaan
Tidak ada hal yang lebih berharga dari pada tetesan airmata
Hari-hari yang pahit dan menyesakkan tetap dijalani 
Demi sebuah kata terimakasih telah memberi arti

Terpuruk lumpuh dalam carut marut kehidupan
Mengeluh dan menangis sudah tidak dapat dilakukan
Makhluk hidup disekeliling hanya bisa mengucapkan
Tetaplah sabar, berusaha dan teruslah bertahan

Tidak adakah terlintas di hati dan fikiran mereka
Untuk menghargai sisa-sisa tenaga yang sudah di berikannya
Bukanlah harta, atau tahta yang dibutuhkannya
Hanya sebuah kepudulian yang diharapkannya


- Muji Burohim -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar